Kebutuhan hara K untuk bawang merah dataran rendah yaitu 50-100 kg K₂O/ha atau 100-200 kg KCl/ha (Sumarni dan Hidayat, 2005), Sitepu, et al. (2011) melaporkan bahwa sedangkan pupuk KCl diberikan tiga kali, yaitu ⅓ pada saat tanam, ⅓ pada umur 15 hari setelah tanam (HST) dan ⅓ pada umur 30 HST. Pemberian pupuk KCl
Untuk menghasilkan panen bawang merah yang maksimal kita perlu memperhatikan faktor-faktor penting diantaranya: umur bibit yang cukup, memilih jenis tanah yang tepat, pemberian pupuk yang tepat fase (usia) serta tepat jenis kandungan hara. KCL sebanyak 50 kg/Ha. Pupuk-pupuk tersebut sebelum diaplikasikan dan lahan dibiarkan selama satu
KERAGAAN TANAMAN BAWANG MERAH (ALLIUM ASCALONICUM L.) PADA BERBAGAI DOSIS PUPUK KCL DI LAHAN RAWA LEBAK Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian DOI:
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi pupuk kandang dan KCl serta faktor tunggal yang terbaik untuk pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.). BAHAN DAN METODE
Seperti kita ketahui setiap makhluk hidup membutuhkan nutrisi, begitu juga dengan tanaman bawang merah, bawang merah juga memerlukan nutrisi untuk menjaga kelangsungan hidupnya. Pada tanaman bawang merah, nutrisi bisa diberikan melalui pemupukan. KCl 100 kg/ha. Pupuk susulan II yaitu umur 28-30 hari setelah tanam; ZA 300 kg/ha. KCl 100 kg
Hasil percobaan menunjukkan bahwa semua bahan organik yang diuji dapat menekan penyakit busuk pangkal pada bawang merah sebesar 50,5%-63,2% serta mendukung pertumbuhan dan hasil bawang merah.
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penberian pupuk kcl dan pupuk hayati mikoriza terhadap pertumbuhan tanaman bawang sabrang (Eleutherin bulbosa Salah satu upaya peningkatan kualitas hasil umbi bawang merah dapat dilakukan dengan perbaikan teknologi budidaya dalam hal cara pemupukan, yaitu
Berbagai upaya terus dilakukan untuk meningkatkan produksivitas tanaman bawang merah. Terutama untuk meningkatkan potensi lokal bawang merah pada pertanian di iklim basah tropis seperti wamena. Biol. Indonesia 3(3): 245-253. Yetti, Y. & Elitta, E. (2008). Penggunaan Pupuk Organik dan KCL Pada Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L
Tujuan penelitian menentukan rekomendasi pupuk P dan K bawang merah di tanah Ultisol melalui uji tanah. Pembuatan status hara K tanah dengan pemberian pupuk KCl, dengan taraf : 0 X,1/4 X, 1/2X, 3/4X, dan X. Nilai X sebesar 405.6 kg K ha-1 . Hasil percobaan uji kalibrasi diperoleh kelas ketersediaan hara P tanah Ultisol untuk tanaman
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi kompos, biochar dan pupuk hayati (T7) dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman bawang merah khususnya pada jumlah daun sebesar 19.05% dibanding
fChtNl.