Zataditif terbagi menjadi 2 yaitu zat aditif alami dan buatan, berikut kelebihan dan kekurangannya. Bahan aditif makanan ada yang zat aditif murni dari alam ada zat aditif sintesis atau buatan manusia. Zat aditif pada makanan ada yang berasal dari alam dan ada yang buatan (sintetik). Dasar teori bahan tambahan makanan adalah bahan yang
dalampangan dalam bentuk bubuk 2.5 Keuntungan dan kerugian penggunaan zat aditif 1. Keuntungan penggunaan zat aditif Mengetahui bila zat-zat aditif bukan hanya bahan-bahan yang secara alami disediakan oleh alam, penggunaannya tentu saja ada keuntungan dan kerugiaannya. Keuntungan penggunaan zat-zat aditif di atas antara lain : pg. 13 a.
penambahanzat aditif dalam makanan berdasarkan pertimbangan agar mutu dan kestabilan makanan tetap terjaga dan untuk mempertahankan nilai gizi yang mungkin rusak atau hilang selama proses pengolahan. Zat-zat tersebut seperti zat pewarna, penguat rasa, pengawet, penyedap rasa, dan lain sebagainya.
Semogabermanfaat untuk kalian. 1 Memenuhi tugas akhir semester dan dipresentasikan 2 Membahas tentang apa itu zat aditif dan pengelompokkannya 3 Macam-macam bahan kimia yang terkandung dalam zat aditif dan apa keuntungan serta kerugian bagi kesehatan manusia. Source: slideshare.net
Mengidentifikasikeuntungan dan kerugian dari penggunaan zat aditif yang ditambahkan dalam makanan 5. Melalui hasi diskusi dan tanya-jawab siswa dapat membuat karya tulis tentang dampak penyalahgunaan zat aditif bagi kesehatan kategori yaitu Zat Aditif tidak disengaja dan Zat Aditif yang sengaja ditambahkan. Zat aditif
Berikutadalah dampak negatif dari zat aditif: Dapat menyebabkan sebuah penyakit, bila dikonsumsi secara berlebihan Dapat menggangu fungsi organ Pencernaan dalam tubuh Dapat merusak organ Hati, Ginjal, Otak, dan Lambung Dapat menyebabkan Penyakit Kanker, bila pemakaiannya salah Dapat menyebabkan kecanduan atau ketergantungan
Alkohol: Fungsi - Efek - Kebutuhan dalam Tubuh. Alkohol, siapa yang tidak mengenal zat kimia yang satu ini. Tentu semua lapisan masyarakat mengetahui apa itu alkohol. Terlebih lagi marak di beritakan korban minuman beralkohol yang diampur dengan bahan berbahaya lainnya telah memakan banyak korban jiwa.
Keuntungandan kerugian tablet makanan (produk-produk vitamin tertentu), pengisi dan bahan pembantu lainnya harus mendapat persetujuan sebagai bahan aditif pada makanan Jika kelarutan dan zat obat kurang dari yang di inginkan, pertimbangan harus diberikan untuk memperbaiki kelarutannya. Kelarutan obat biasanya ditentukan dengan metode
Merokokmerupakan sebuah kegiatan yang hanya membuang waktu dengan sia-sia. Mungkin bagi mereka merokok adalah suatu kenikmatan tersendiri yang mereka jalani setiap harinya. Akan tetapi, merokok dapat menimbulkan penyakit berbahaya yang tanpa disadari telah menggerogoti tubuh mereka secara perlahan. Seperti Kanker mulut, kanker hati, jantung
PengaruhZat Adiktif Bagi Pertumbuhan Anak nitrit dan nitrat sebagai pengawet menyebabkan kaker. Selanjutnya adalah zat adiktif yang berupa pemanis. Anak-anak menyukai makanan yang manis seperti permen dan es krim. Penggunaan pemanis sintetis berpotensi menyebabkan anak Perubahan Pada Miss 'V' dan Dasar Panggul
i7h4. Selamat datang di web digital berbagi ilmu pengetahuan. Kali ini PakDosen akan membahas tentang Zat Aditif? Mungkin anda pernah mendengar kata Zat Aditif? Disini PakDosen membahas secara rinci tentang Pengertian, Tujuan, Kegunaan, Dampak, Jenis. Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan sampai ketinggalan. Pengertian Zat Aditif Zat Aditif merupakan zat-zat kimia yang ditambahkan ke dalam makanan selama proses produksi, pengemasan atau penyimpanan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitasanya memperbaiki penampilan, cita rasa, tekstur, dan memperpanjang daya simpan dan keawetannya. Biasanya zat aditif digunakan untuk membuat makanan menjadi lebih menarik, rasanya enak, rupa dan konsistensinya baik serta awet. Tujuan Zat Aditiif Berikut adalah tujuan zat aditif antara lain yakni Dapat meningkatkan kandungan gizi Dapat menjaga kualitas dan tekstur pada makanan Dapat membuat makanan menjadi lebih tahan lama Dapat memperkaya rasa, warna, dan penampilan. Dapat memberikan aroma pada makanan Dapat memberikan warna sehingga terlihat lebih menarik Dapat memperlambat pembusukan. Dapat membuat roti dan kue mengembang. Kegunaan Zat Aditif Antioksidan untuk mencegah makanan dari proses oksidasi yang menyebabkan makanan menjadi bau. Pengatur keasaman acidity regulator merupakan bahan tambahan pangan untuk mengasamkan, menetralkan, dan/atau mempertahankan derajat keasaman makanan. Humektan untuk menjaga makanan agar tetap lemba Garam mineral untuk meningkatkan tekstur dan rasa. Stabilizer dan firming agent, untuk mempertahankan kelarutan makanan. Pengemulsi emulsifier adalah zat yang dapat menghambat penggumpalan lemak pada makanan. Pengembang raising agent adalah bahan tambahan pangan untuk melepaskan gas sehingga meningkatkan volume adonan. Flour treatment untuk memperbaiki hasil pemanggangan. Glazing agent atau zat pelapis untuk memperbaiki penampilan dan melindungi makanan. Antikempal anti-caking agent adalah bahan tambahan pangan yang ditambahkan ke dalam serbuk atau granul, untuk mencegah mengempalnya produk makanan kemasan. Foaming agent adalah bahan tambahan pangan untuk menjaga konsistensi pembentukan buih. Pembentuk gel gelling agent adalah bahan tambahan pangan untuk membentuk gel. Dampak Pemakaian Zat Aditif Berikut adalah dampak dari pemakanian zat aditif diantaranya yakni 1. Dampak Postif Berikut adalah dampak positif dari zat aditif Memberikan bentuk makanan yang menarik Memberikan Warna pada makanan Memberikan Aroma yang khas pada makanan Memberikan perlindungan pada makanan agar tidak rusak Memberikan pengawetan pada makanan agar tidak cepat kadaluwarsa Memberikan Rasa yang khas pada makanan Melindungi kualitas Gizi pada makanan 2. Dampak Negatif Berikut adalah dampak negatif dari zat aditif Dapat menyebabkan sebuah penyakit, bila dikonsumsi secara berlebihan Dapat menggangu fungsi organ Pencernaan dalam tubuh Dapat merusak organ Hati, Ginjal, Otak, dan Lambung Dapat menyebabkan Penyakit Kanker, bila pemakaiannya salah Dapat menyebabkan kecanduan atau ketergantungan Dapat mengakibatkan mual, muntah, tidak nafsu makan, diare dan perlukaan kulit. Dapat mempengaruhi kemampuan sel darah membawa oksigen ke berbagai organ tubuh, sulit bernapas, sakit kepala, anemia, radang ginjal, dan muntah-muntah. Dapat menyebabkan migren, kelelahan, dan kesulitan tidur. Dapat menyebabkan kerusakan kromosom Dapat menyebabkan infeksi dan kanker kandung kemih Jenis-Jenis Zat Aditif Berikut adalah jenis-jenis zat aditif antara lain yakni 1. Pewarna Makanan Pemberian pewarna di makanan memiliki tujuan hanya untuk mempercantik tampilan pada makanan supaya lebih menarik perhatian. Di Indonesia sudah banyak dikenal bahan pewarna alami, seperti daun suji dan daun pandan warna hijau, kunyit warna kuning, warna telang warna biru keunguan, gula kelapa warna merah kecoklatan, cabe dan bunga belimbing sayur warna merah. Pewarna alami ini sangat aman untuk kesehatan manusia, tetapi pengetahuannya kurang maksimal karena masih adanya rasa atau aroma yang dapat mengganggu rasa dan aroma makanan aslinya. 2. Pemanis Makanan Gula merah dan gula putih sering dipakai sebagai pemanis alami. Namun, bagi pasien kencing manis/ diabetes serta obesitas dilarang menggunakan pemanis ini sebab kadar gulanya akan meningkat dan menambah berat badan. Untuk itu, disediakan pemanis sintetis dengan rendah kalori misalnya sakarin dan siklamat. Akan tetapi, sejak tahun 70an Negara amerika sudah melarang pemakaiannya sebab diduga bisa mengakibatkan kanker. Sebagai penggantinya maka dibuatlah aspartame menjadi pemanis sintesis dengan kadar kemanisan 160kali gula putih. Sorbitol ialah jenis pemanis yang tak terurai jadi tidak merusak gigi namun pemakaian berlebih mengakibatkan diare. Saat ini sudah ditemukan pemanis sintesis generasi selanjutnya, yakni neotam. Yakni turunan dari aspartame dengan tingkat kemanisan 7000-13000 kali dari gula putih. 3. Pengawet Makanan Mikroba dari jamur, bakteri, dan ragi ini adalah penyebab utama kerusakan pada makanan. Dalam mengawetkan makanan, dianjurkan untuk membunuh para mikroba tersebut maupun menyimpan makanan pada keadaan mikroba yang tidak dapat berkembangbiak secara baik. Pengawet alami yang dipakai sejak jaman dahulu ialah gula dan garam. Namun pemakaian yang berlebih ini bisa mengakibatkan sejumlah penyakit. Sementara pengawet alami efektif ialah asam cuka. Asam cuka dapat digunakan menjadi bahan pengawet guna mentimun, cabe, bawang dan lain-lainnya. 4. Penyedap Makanan Penambahan penyedap rasa bertujuan untuk memperkaya rasa pada makanan dan memberi rasa pada makanan yang tidak mempunyai rasa, seperti es krim dan jelly. Penyedap rasa alami sudah dipakai sejak zaman dahulu, misalnya adalah garam, gula, bumbu, cuka, rempah-rempah, bawang dan lain-lain. Untuk menguatkan atau mempertegas rasa sebagian bahan makanan, misalnya daging, sayur, mie, ikan, dan juga hidangan lainnya dipakai penyedap rasa sinteteis seperti MSG monosidium glutamate atau vetsin. Pemberian 0,1% MSG sudah bisa meningkatkan rasa suatu makanan menjadi lebih sedap. Pemakaian MSG yang berlebih dapat mengakibatkan sesak nafas, pusing sakit dada, dan mudah letih. Gejala penyakit ini dsebut dengan Chinese Restaurant Syndrome. 5. Natrium benzoat Natrium benzoat merupakan zat aditif pada makanan asam serta minuman bersoda. FDA, badan keamanan obat dan pangan milik Amerika Serikat, telah menyatakan natrium benzoat aman untuk dikonsumsi. Meski begitu, beberapa penelitian menunjukkan kombinasi natrium benzoat dan pewarna makanan buat dapat meningkatkan kecenderungan hiperaktivitas pada anak. Selain itu, natrium benzoat yang dikombinasikan dengan vitamin C juga dapat berubah menjadi benzena, zat yang dapat meningkatkan risiko kanker. Maka, ada baiknya teliti sebelum membeli. Hindari makanan dan minuman yang mengandung asam benzoat, natrium benzoat, benzena, atau benzoat yang dikombinasikan dengan vitamin C seperti asam sitrat atau asam askorbat. Demikian Penjelasan Materi Tentang Zat Aditif adalah Pengertian, Tujuan, Kegunaan, Dampak, Jenis Semoga Materinya Bermanfaat Bagi Semuanya
Apa yang terlintas saat mendengar istilah zat aditif? Beberapa sering takut dan mengira ini berbahaya, lalu bertanya-tanya bagaimana jika zat tersebut masuk ke dalam makanan yang dikonsumsi. Apakah kamu khawatir?Faktanya, zat aditif merupakan hal wajar yang umum ditemukan setiap kali mengolah makanan. Bahkan sejak zaman nenek moyang dulu, bahan-bahan tertentu digunakan untuk tujuan khusus. Misalnya, garam sebagai pengawet makanan atau rempah untuk menambah cita apa sebenarnya zat aditif? Lalu, apakah zat ini berbahaya bagi tubuh? Yuk, ketahui jenis, kegunaan, dan efek sampingnya dalam ulasan ini!Pengertian zat aditifilustrasi zat aditif alami GrabowskaDilansir Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, aditif merupakan bahan-bahan yang ditambahkan dalam suatu produk. Food and Drug Administration mengartikan zat aditif sebagai apapun yang tujuan penggunaannya menghasilkan atau memengaruhi karakteristik makanan. Membahas zat aditif gak melulu tentang makanan kemasan. Garam di dapur yang bisa untuk mengawetkan daging pun merupakan zat aditif. Zat-zat yang termasuk dalam kategori ini bisa dilibatkan dalam setiap produksi, termasuk saat pemrosesan, perlakuan, pengemasan, pengangkutan, atau penyimpanan makanan. Berdasar sumber yang sama, zat aditif terbagi menjadi dua, yakni Aditif makanan langsung yang berarti diberikan ke dalam makanan, misalnya xanthan gum yang dicampurkan pada saus salat, serta puding untuk menambah tekstur. Bahan-bahan yang digunakan biasanya tercantum pada kemasan makanan Bahan tambahan makanan gak langsung. Misalnya, sejumlah kecil senyawa pada kemasan yang ikut masuk ke makanan selama masa penyimpanan. Produsen makanan harus melaporkan pada otoritas terkait untuk membuktikan bahwa zat aditif gak membahayakan konsumen. Faktanya, penggunaan bahan-bahan tertentu untuk makanan gak selalu buruk, lho! Setidaknya, ada lima fungsi dari zat aditif saat dimasukkan ke dalam makanan. Dilansir Medline Plus, fungsi tersebut adalah Menjaga dan menambah tekstur makanan Meningkatkan dan mempertahankan nilai gizi Menjaga keutuhan makanan Mengontrol keseimbangan asam basa makanan dan memberikan ragi Memberikan warna dan meningkatkan rasa. Baca Juga Tata Nama IUPAC dalam Kimia Pengertian dan Aturan Jenis zat aditif dan kegunaannyaMeski sering dianggap membahayakan, kegunaan zat aditif pun cukup banyak. Tentu saja selama pemakaiannya, memperhatikan dosis dan angka kebutuhan harian. Dilansir laman perusahaan yang bergerak di bidang makanan dan obat asal Spanyol, BTSA, zat aditif dapat dikategorikan berdasar fungsi penggunaannya. Namun, pengelompokan ini gak memisahkan antara bahan alami ataupun sintetis. 1. Zat aditif stabilisatorilustrasi selai zat aditif ditambahkan ke makanan untuk mempertahankan bentuk fisiknya. Contohnya, membuat tekstur tetap kenyal atau menjaga makanan dalam kondisi baik, sehingga gak terjadi efek negatif. Nah, yang termasuk stabilisator, yakni Emulsifier, zat ini berfungsi memelihara bentuk campuran homogen dari dua tekstur yang gak bisa tercampur, misalnya air dengan minyak Pengental, makromolekul yang mengawetkan tekstur makanan seperti viskositas kekentalan dan gel. Misalnya, menambahkan E-406 atau gelatin agar-agar ke selai Agen anti-caking, zat pengikat kelembapan dan melapisi partikel menjadi lebih tahan air sehingga mencegah gumpalan atau mencegah makanan kering saling menempel. Zat ini jamak dijumpai dalam sup, saus, jus atau produk susu. Misalnya, silikon dioksida secara sintetis atau pati jagung yang alami Korektor keasaman, aditif makanan dengan fungsi mengontrol atau mengubah pH makanan. Hal ini dilakukan guna menghindari proliferasi bakteri gak diinginkan dalam makanan yang dapat menimbulkan risiko kesehatan. 2. Zat aditif pengawetMakanan yang dibiarkan terlalu lama dapat mengalami perubahan tekstur, rasa, hingga bau. Seluruhnya terjadi akibat adanya aktivitas mikroba kimiawi dan biologis. Maka dari itu, perlu ditambahkan inhibitor penghambat yang mempertahankan kualitas makanan untuk jangka waktu lebih lama, di antaranya Antioksidan merupakan aditif yang ditambahkan ke dalam bahan berlemak untuk menunda atau mencegah tengik karena oksidasi. Pemberiannya ditakar dalam jumlah sangat sedikit dan gak boleh memengaruhi rasa, bau, warna makanan. Salah satu bentuknya adalah Butylated hydroxy anisole BHA Pengawet zat aditif ini melindungi makanan dari kerusakan yang disebabkan oleh mikroorganisme yang tidak diinginkan. Bahan ini digunakan pada makanan yang mengandung air, seperti roti, kue kering, susu, minuman atau produk daging. 3. Zat aditif penguat organoleptikilustrasi pewarna pada makanan merupakan sebutan yang digunakan untuk penginderaan makanan, termasuk rasa, bau, warna, hingga tekstur. Beberapa zat aditif berperan untuk menambahkan 'efek' sehingga makanan menjadi lebih nikmat, memiliki bau yang sedap, juga warna yang menarik. Di antaranya ada Zat pewarna pernah melihat jajanan ciki berwarna cerah menarik? Nah, snack ini umumnya menyertakan zat pewarna untuk memodifikasi atau menstabilkan karakteristik pewarna makanan. Beberapa menggunakan dari alam seperti kunyit, karamel, sementara ada juga yang menggunakan sintetis, seperti Carmoisine untuk warna merah dan Tartazine sunset untuk warna kuning Penyedap rasa merupakan zat aditif yang berfungsi meningkatkan rasa dan aroma suatu makanan tanpa mempengaruhi rasa aslinya. Bisa sebutkan contohnya? Yup, Monosodium glutamat alias MSG Pemanis aditif ini dicampurkan untuk memberikan rasa manis atau meniru rasa menggantikan sukrosa gula tebu. Misalnya, pemanis non nutrisi untuk produk cair rendah kalori dan pemanis non gula bagi individu yang ingin mengontrol berat badan atau memiliki diabetes. Beberapa justru dilarang, karena terlalu manis. Bahkan, beratus kali lipat melebihi gula biasa Zat aromatik adalah zat yang memberikan aroma baru atau memperbaiki aroma makanan dan minuman. Dimungkinkan untuk mendapatkannya dari ekstrak yang berasal dari sayuran. Misalnya, Amil asetat rasa pisang, Methyl anthranilate anggur dan Etil butirat nanas. Risiko bagi kesehatanilustrasi diare sebagai efek samping zat aditif TrovatoPenggunaan zat aditif pada makanan menerapkan prinsip yang mengutamakan keamanan dan kesehatan konsumsi. Penggunaan bahan tambahan hanya dibenarkan apabila memberikan keuntungan dan gak menimbulkan bahaya bagi konsumen. Maka dari itu, ada lembaga khusus yang memberikan izin edar makanan. Namun, layaknya makanan umumnya, zat aditif baik alami maupun sintetis bisa memicu reaksi alergi pada sebagian orang. Apabila seseorang mengalaminya, biasanya gejala yang muncul termasuk gangguan pencernaan, seperti Centre for Food Society Hongkong, individu dengan riwayat kesehatan tertentu dapat mengalami reaksi hipersensitif karena beberapa bahan tambahan makanan. Misalnya, sulfur itu, beberapa efek samping lain juga mungkin muncul. Termasuk di antaranya insomnia dan lekas marah sebagai gangguan saraf, atau gatal-tagal, ruam, dan bengkak pada kulit. Asupan makanan yang mengandung zat aditif tertentu pun dapat mengganggu keseimbangan diet dan beberapa kondisi kesehatan tertentu, seperti zat aditif pada makanan dan beberapa minuman telah dipertimbangkan sesuai standar kesehatan. Maka dari itu, sebagian besar tingkat konsumsi yang diharapkan gak berbahaya. Meski demikian, gak ada salahnya memperhatikan asupan konsumsi demi menjaga kesehatan. Baca Juga Mengulik Mitos dan Fakta Monosodium Glutamat atau MSG
PertanyaanTuliskan keuntungan dan kerugian penggunaan zat aditif. YMY. MaghfirahMaster TeacherPembahasanKeuntungan penggunaan zat aditif bagi makanan antara lain Makanan lebih tahan lama Mutu dan kesetabilan makanan terjaga Membuat makanan lebih menarik Untuk mempertahankan nilai gizi makanan karena selama proses pengolahan makanan, ada zat gizi yang rusak atau hilang Kekuranganya antara lain Ada batas pemakian agar aman dikonsumsi oleh tubuh, terutama yang sintetis Kebanyakan pemakian zat aditif sintetis akan menimbulkan ganguan kesehatan Terkadang sulit didapatkan terutama yang alamiKeuntungan penggunaan zat aditif bagi makanan antara lain Makanan lebih tahan lama Mutu dan kesetabilan makanan terjaga Membuat makanan lebih menarik Untuk mempertahankan nilai gizi makanan karena selama proses pengolahan makanan, ada zat gizi yang rusak atau hilang Kekuranganya antara lain Ada batas pemakian agar aman dikonsumsi oleh tubuh, terutama yang sintetis Kebanyakan pemakian zat aditif sintetis akan menimbulkan ganguan kesehatan Terkadang sulit didapatkan terutama yang alami Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher di sesi Live Teaching, GRATIS!5rb+Yuk, beri rating untuk berterima kasih pada penjawab soal!